Sego Luwuk, Ada Filosofi Hidup di Setiap Kecap

SEDAP: Sego Luwuk dilengkapi dengan daun pepaya sebagai lambang hidup yang bersahaja. (Foto: Nurliana Ulfa/BatuTIMES)
SEDAP: Sego Luwuk dilengkapi dengan daun pepaya sebagai lambang hidup yang bersahaja. (Foto: Nurliana Ulfa/BatuTIMES)

MADURATIMES, BATU – Kreasi masakan tradisional dipadu filosofis Jawa menjadi andalan Jambuluwuk Batu Village Resort & Convention Hall, Jalan Trunojoyo no 99 Kelurahan Songgokerto Kota Batu.

Di resort yang memiliki luas area enam hektar ini, menu andalan yang disajikan kepada para tamu adalah Sego Luwuk.

Sego Luwuk ini jika dilihat sekilas menyerupai nasi uduk. Namun jika dicermati lebih dalam, tidak hanya rasanya yang enak dan gurih. Sego Luwuk ini memiliki filosofi di setiap komposisi makanannya.

Asisten Eksekutif Chef Jambuluwuk Batu Village Resort & Convention Hall, Inggar Prasetyo mengatakan, setiap tamu yang memesan Sego Luwuk diberi kertas hologram yang isinya menjelaskan filosofi dari setiap komposisi makanan.

“Sego Luwuk ini terdiri dari nasi gurih, tumis daun pepaya, daging sapi bumbu dendeng, sambal goreng kerang, dan mini salad,” jelas pria berusia 36 tahun ini.

Adapun nasi gurih melambangkan berkat dan kemakmuran. Tumis daun pepaya melambangkan hidup yang bersahaja, meski rasanya pahit namun banyak diminati orang.

Pewarta : Nurliana Ulfa
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : Batu TIMES
Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top