Yuk Mendulang Rupiah dari Beternak Kelinci

POTENSI: Salah satu model kandang kelinci di Dusun Prambatan Desa Gunung Sari Kecamatan Bumiaji Kota Batu. (Galuh Pandu Larasati/BatuTIMES)
POTENSI: Salah satu model kandang kelinci di Dusun Prambatan Desa Gunung Sari Kecamatan Bumiaji Kota Batu. (Galuh Pandu Larasati/BatuTIMES)

MADURATIMES, KOTABATU – Beternak kelinci menjadi peluang usaha yang menjanjikan warga Dusun Prambatan Desa Gunung Sari Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Selain daging kelinci bisa dikonsumsi sendiri oleh warga, kelinci yang masih hidup bisa dijual untuk kepentingan pedaging maupun hias. Binatang telinga panjang ini sudah didistribusikan ke seluruh nusantara.

”Hampir semua penduduk di sini sering mengonsumsi daging kelinci. Kelinci dari peternakan sudah terdistribusi mulai Sabang sampai Merauke," kata Bambang Irawan, salah seorang pemilik peternakan kelinci modern di Dusun Prambatan.

Sedikitnya ada 500 ekor kelinci yang dipelihara Bambang. Jenisnya beragam. Mulai Angora, Chinchilla, Lyon, Lop, Dutch, Satin, New Zealand White, Rex dan jenis persilangan lainnya.

Seekor kelinci dijual dengan harga rata-rata Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per ekor. Rentang harga itu bervariasi sesuai jenis.

”Yang paling mahal kelinci jenis Holland. Harga anakan kelinci Rp 250 ribu. Kalau sudah besar bisa mulai Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta,” papar Bambang. 

Membudidayakan kelinci relatif mudah. Salah satu sebabnya perkembangbiakan kelinci cepat. Dalam setahun kelinci dapat melahirkan empat sampai enam kali.  Sekali beranak mampu menghasilkan empat hingga sebelas ekor anak.

Untuk pola makannya, hewan jinak ini hanya makan dua kali sehari. Jenis makanannya polar untuk pagi hari dan rumput di sore hari.

Di peternakan ini, bukan hanya pembeli kelinci atau pembudidaya kelinci yang datang. Banyak pula wisatawan yang ingin berkunjung untuk sekedar melihat-lihat dan bertanya tentang budidaya kelinci. (*)

Pewarta : Galuh Pandu Larasati
Editor :
Publisher : Yosi Arbianto
Sumber : Batu TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top