Bupati Lumajang Siap Naikkan Kursi PDIP Jadi 15 di DPRD

Bupati Lumajang Drs.As
Bupati Lumajang Drs.As'ad Malik M.Ag (foto: istimewa)

MADURATIMES, LUMAJANG – Acara halal bihalal DPC PDIP Lumajang di kantornya di Kecamatan Sukodono sepertinya menjadi pengesah bahwa incumbent As’ad Malik akan berangkat dari Partai Merah tersebut. Di depan pengurus teras PDIP, As’ad yang seorang ulama gaya pidatonya sontak berubah seperti para kader partai berlambang kepala banteng ketika berorasi.

Sebelum memulai pidatonya, As’ad yang dahulu direkom Partai Demokrat bergandengan dengan almarhum Sjahrazad Masdar, memulainya dengan kata Merdeka selanjutnya diteruskan dengan teriakan PDIP. Dan kemudian disusul dengan Mega, Mega, Mega. ”Iki latihannya tiga hari. Abot-abotane gawe 2018 (pemilihan bupati 2018),” kata As’ad yang disambut ger ratusan peserta halal bihalal.

Dalam halal bihalal yang dihadiri Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno, anggota DPRRI Arif Wibowo, Ketua DPC PDIP sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Agus Wicaksono, As’ad juga berkomitmen untuk menaikkan perolehan kursi PDIP di gedung dewan. Saat ini, PDIP yang mendapatkan sepuluh kursi di gedung parlemen Lumajang, akan dinaikkannya menjadi 15 kursi.

Mendengar janji As,ad, tokoh teras PDIP langsung bertepuk tangan. Sri Untari menyatakan, PDIP meminta tambahan kursi bukan untuk rakus-rakusan, tapi untuk mem-back up pemerintahan As’ad agar tak mudah digoyang.

Dia menyatakan, selama ini, ucap perempuan yang akrab dipanggil Mbak Un tersebut, antara DPD PDIP Jatim dengan Lumajang baru peta batiniah. Namun, setelah melihat dan mengetahui langsung hubungan antara bupati dengan PDIP, maka petanya berubah menjadi faktual.

”Pada pilkada 2018, di Jatim akan ada 19 pemilihan. Satu PR saya sudah berkurang di Lumajang dengan adanya Pak As’ad,” kata Mbak Un yang langsung disambut tepuk tangan ratusan kader PDIP yang menghadiri halal bihalal.

Kepada As’Ad, Mbak Un menjelaskan, bahwa PDIP tak meminta aneh-aneh kepada calon kepala daerah yang akan maju melalui partainya. ”PDIP tak meminta yang aneh-aneh. Minta pembangunan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Tidak ada kemiskinan, tidak ada pengangguran, dan tidak ada orang bodoh,” harap Mbak Un.

Pewarta : Choirul Sholeh
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Sumber : Lumajang TIMES
Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top