Ketua DPRD Lumajang: Bupati Itu Orangnya Tidak Jelas

Agus Wicaksono nomor 6 dari kiri Ketua DPC PDIP Kab.Lumajang (foto: istimewa)
Agus Wicaksono nomor 6 dari kiri Ketua DPC PDIP Kab.Lumajang (foto: istimewa)

MADURATIMES, LUMAJANG – Hubungan antara eksekutif dan legislatif di Kabupaten Lumajang terlihat pasang surut. Senin (1/8/2016), Ketua DPRD Kabupaten Malang Agus Wicaksono, di depan ratusan kader banteng yang menghadiri halal bihalal di kantor DPC PDIP menyatakan, Bupati Lumajang As’ad Malik merupakan orang yang tidak jelas.

Hanya saja, ketika disebut sebagai orang yang tidak jelas, As’ad bukannya marah, dia malah ketawa-tawa. ”Pak Bupati memang tak berpartai. Namun, istrinya adalah PNI. Perkoro lanangane gak jelas, gak masalah. Sing ditoto wedokane ae. Karena laki-laki takluknya pada wanita,” ucap Agus yang juga merupakan ketua DPC PDIP Kabupaten Lumajang tersebut ketika mendapatkan kesempatan memberikan sambutan pertama kali.

Agus menyatakan, dirinya mendukung penuh As’ad untuk maju kembali menjadi bupati pada pilbup Lumajang 2018 mendatang. ”Sebenarnya saya yang disuruh maju oleh DPP, tapi saya tidak mau. Saya jelaskan kepada DPP, bahwa bupati yang ada saat ini sudah baik dan memperjuangkan masyarakat. Bupati As,ad lebih baik daripada saya,” tambah Agus.

Dia menyatakan, jika As,ad maju lagi menjadi bupati, Agus yakin akan menang. Mendengar pernyataan Agus tersebut, As’ad sontak mengucapkan amin. ”Yo iku bondone, amin tok,” tandas Agus yang langsung disambut gelak tawa peserta halal bihalal.

Tampak hadir dalam halal bihalal adalah Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno, anggota FPDIP DPRRI Arif Wibowo, Wakil Bupati Lumajang Buntaran Supriyanto, dan Sekda Lumajang Masudi.

Mendapat gojlokan tersebut, As’ad yang mendapatkan giliran sambutan, langsung membalas olokan dari Agus. As’ad menyatakan, Agus dulu merupakan muridnya ketika berada di SMA Muhammadiyah. ”Saya sering gojlok Pak Agus. Dahulu seingat saya, sampeyan (Agus) gak pinter. Tapi kok iso dadi ketua dewan,” ucap As’ad yang disambut tawa peserta halal bihalal.

As’ad juga sering bertanya kepada Agus, mengapa dirinya tidak mau maju sebagai bupati. Padahal Agus memimpin partai yang bisa memberangkatkan kadernya tanpa koalisi. Dengan sepuluh kursi yang dimilikinya, PDIP Lumajang bisa mengusung calon tanpa koalisi. ”Ketika saya tanya, dia (Agus) menjawab, sampeyan gak ngerti ngelune wong kalah,” lanjut As’ad yang kembali disambut tawa.

Seperti diketahui, pada pilbup 2013 lalu, Agus bergandengan dengan Adnan Syarif direkom PDIP, PPP, dan PKS. Pasangan ini dikalahkan oleh almarhum Sjahrazad Masdar dan As'at Malik yang direkom Partai Demokrat, PAN, dan Golkar.

Pewarta : Choirul Sholeh
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Sumber : Lumajang TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top