Jalan-jalan Rame-rame Bersama AirAsia

Wings of Time, Cerita Burung Raksasa di Pulau Sentosa

Gambar burung raksasa disajikan dengan gabungan permainan air mancur, teknologi video mapping, proyektor dan racikan aransemen musik. (Yosi/BatuTIMES).
Gambar burung raksasa disajikan dengan gabungan permainan air mancur, teknologi video mapping, proyektor dan racikan aransemen musik. (Yosi/BatuTIMES).

MADURATIMES, SINGAPURA – Butuh waktu berhari-hari untuk menuntaskan wisata di Singapura. Apalagi bagi yang ingin menikmati semua wahana hiburan di Pulau Sentosa. Bagi yang tidak banyak waktu ketika berkunjung ke pulau Sentosa, sempatkan saja menonton pertunjukan Wings of Time. Ini yang dilakukan JatimTIMES bersama AirAsia kantor Malang. 

Ini adalah semacam opera dengan permainan air mancur, kembang api, dipadukan teknologi video mapping dan paduan aransemen musik. Pertunjukan digelar sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Sejam kemudian ada lagi pertunjukan kedua. Harga tiket hanya 18 dollar Singapura.

Salah satu bentuk permainan air mancur yang memukau .

Bagi yang sudah pernah ke Singapura, opera Wings of Time ini menggantikan opera Song of The Sea. Lokasinya pun tetap sama.  

Cerita yang disuguhkan adalah tentang perjalanan dua orang anak melintas waktu dengan menaiki burung raksasa. Cerita itu diselingi efek-efek permainan air mancur, kembang api, dipadukan teknologi video mapping dan paduan aransemen musik. 

Bagi anak-anak pertunjukan ini sangat spektakuler. Bagi orang dewasa, juga tidak kalah menarik karena permainan cahaya, laser dan air mancur yang menakjubkan.

Jurnalis JatimTIMES Yosi Arbianto di Merlion Park, Singapura.

Menunggu pertunjukan Wings of Times yang digelar petang hari, bisa menghabiskan waktu di Universal Studio. Di dalamnya ada zona Hollywood, zona New York, Encient Egypt, The Lost World, Sci-fi City, Far-far Away, dan zona Madagascar  

Pulau Sentosa adalah sebuah pulau kecil di selatan Singapura yang dikenal sebagai surganya hiburan. 

Peserta Jalan-jalan Rame-rame Bersama AirAsia berfoto di depan Universal Studio.

Dahulu pulau ini dikenal dengan nama Pulau Belakang Mati. Nama yang cukup seram itu, menurut Mr Hardi selaku pemandu wisata, disematkan karena pulau ini dahulunya terpencil dan fungsinya mirip pulau Buru. 

Ada Universal Studio, Theme Park, Discover Singapura, taman kupu-kupu. Ada pula taman bawah laut, pantai, dan hiburan-hiburan di area Resort World Sentosa.(bersambung)

Pewarta : Yosi Arbianto
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Abdul Hanan
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top