Ini 10 Manfaat Memanah Versi Persatuan Panahan Indonesia Kota Malang

Yudi Purwanto saat melatih anak didiknya dalam persiapan POPNAS(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Yudi Purwanto saat melatih anak didiknya dalam persiapan POPNAS(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MADURATIMES, MALANG – Olahraga panahan di Kota Malang memang bukan jenis olahraga baru. Namun, sebagain masyarakat bisa jadi masih menganggap olahraga ini hanya sekadar meluncurkan sebuah mata anak panah tanpa melihat manfaat lain.

Namun anggapan itu sebenarnya salah, bahkan sebaliknya Panahan malah mempunyai banyak manfaat. 

Ketua Persautan Panahan Indonesia (Perpani) Pengurus Cabang (Pengcab) Kota Malang Yudi Purwanto mengungkapkan sebenarnya olahraga panahan ini memiliki beberapa manfaat bagi manusia.

Atlet pemanah atau pemanah kompetitif benar-benar membutuhkan kekuatan besar, ketahanan, dan fokus untuk tampil optimal. 

"Olahraga ini mempunyai manfaat salah satunya membuat seseorang lebih fokus dan membuat yang bersangkutan bisa mengendalikan emosi. Tanpa disadari manfaatnya memang sangat besar, terlebih lagi bagi anak-anak," ujarnya.

Lanjutnya,  mereka yang tidak akrab dengan olahraga ini akan memandangnya  hanya sebagai olahraga biasa. 

"Selain fisik manfaat lainnya juga banyak, termasuk melatih mental. Ada sekitar 10 manfaat dari olahraga panahan ini," tandasnya saat ditemui MalangTIMES di Lapangan Jengger Ayam saat melakukan latihan panah, Minggu (30/7/2017).

Berikut manfaat dari olahraga panahan menurut Ketua Perpani Pengcab Kota Malang. 

Pertama, meningkatkan koordinasi tangan dan mata beserta keseimbangannya. Kedua, meningkatkan fleksibilitas tangan dan jari.

Ketiga, membangun kekuatan tubuh melalui gerak. Keempat, meningkatkan kesabaran.

Kelima, meningkatkan daya fokus otak. Keenam, membangun kepercayaan diri dalam mengahadapi sesuatu. Ketujuh, olahraga sosial yang memungkinkan seseorang banyak berinteraksi dengan rekan team. 

"Slain itu yang ke delapan, membentuk latihan kebugaran tubuh. Kesembilan merelaksasikan tubuh dengan ketenangan, dan yang terakhir bisa dimainkan oleh semua orang bahkan untuk mengukir prestasi," pungkasnya

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top