Bupati Malang Rendra Kresna Sentil Pejabat Berkarakter 84

Empat dari kiri. Bupati Malang Dr H Rendra Kresna setelah acara pelantikan sekda dan pimpinan OPD Kabupaten Malang selesai dilaksanakan, Senin (31/7/2017) (Nana/MalangTIMES)
Empat dari kiri. Bupati Malang Dr H Rendra Kresna setelah acara pelantikan sekda dan pimpinan OPD Kabupaten Malang selesai dilaksanakan, Senin (31/7/2017) (Nana/MalangTIMES)

MADURATIMES, MALANG – Bupati Malang dalam sambutan di acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah dan jabatan pimpinan tinggi lainnya di Pemerintah Kabupaten Malang, sentil jajaran di bawahnya.

Dr H Rendra Kresna mengatakan banyaknya pegawai atau staf Aparat Sipil Negara (ASN) yang memberikan laporan kepada dirinya mengenai kinerja pimpinannya, patut menjadi perhatian khusus seluruh kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Malang.

"Para pimpinan OPD yang memiliki karakter 84 jangan merasa tidak ada yang mengevaluasi. Para staf dibawahnya juga mengawasi, selain Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan, red),"kata Rendra Kresna, Senin (31/07) di Pendopo Agung Kabupaten Malang kepada seluruh kepala OPD.

Pernyataan Bupati Malang tersebut membuat seluruh kepala OPD yang hadir dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekda dan pimpinan tinggi di Pemkab Malang, dibuat terhenyak dan bertanya-tanya mengenai karakter 84.

Karakter 84, lanjut Rendra, adalah karakter yang secara langsung akan menghambat proses pembangunan di Kabupaten Malang yang saat ini terus berbenah dan meningkatkan produktivitas kerja untuk menggapai visi misi dan tiga program besar.

"Ada yang tahu bagaimana karakter 84 yang banyak dilaporkan staf Anda sekalian kepada saya,"tanya Rendra berteka-teki yang dijawab gelengan kepala para tamu undangan acara.

Rendra menjelaskan yang dimaksud dengan karakter 84 adalah karakter pimpinan yang masuk kerjanya pukul 08.00 WIB dan pulangnya pukul 16.00 WIB (4 sore).

"Tapi dari pukul 08.00 WIB sampai menuju pukul 4 sore tidak pernah di kantor, entah dimana. Jadi hanya datang, pergi dan datang lagi sorenya," terang Bupati terbaik se-Indonesia dalam bidang lingkungan hidup ini.

Karakter pimpinan OPD Kabupaten Malang seperti ini yang nantinya akan dilakukan evaluasi besar-besaran oleh Baperjakat dan menjadi tugas pertama yang akan dihadapi oleh Sekda Kabupaten Malang yang kini dijabat oleh Didik Budi Mulyono.

Rendra juga menegaskan tentunya akan ada catatan-catatan dan sanksi bagi para pemimpin berkarakter 84 ini yang sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dalam ASN.

Harapan besar Bupati Malang terhadap jajaran di bawahnya untuk menampilkan kinerja yang maksimal dan berguna lebih kepada masyarakat Kabupaten Malang ini juga kini berada di pundak para pimpinan tinggi Kabupaten Malang yang baru dilantik.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top