Program Bedah Rumah Antarkan Bupati Malang Rendra Kresna Jadi Tiga Bupati Terbaik Nasional 2017

Bupati Malang, Rendra Kresna (tengah) didampingi Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (kiri) ketika menerima penghargaan kategori kemudahan perizinan pembangunan perumahan bagi MBR di Jakarta, kemarin. (foto : DPKPCK Kab Malang for MalangTIMES)
Bupati Malang, Rendra Kresna (tengah) didampingi Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (kiri) ketika menerima penghargaan kategori kemudahan perizinan pembangunan perumahan bagi MBR di Jakarta, kemarin. (foto : DPKPCK Kab Malang for MalangTIMES)

MADURATIMES, MALANG – Beragam penghargaan yang diraih Pemerintah Kabupaten Malang tak lepas dari sosok pemimpin Bupati Malang Rendra Kresna yang selalu gencar membuat program unggulan demi menyejahterakan masyarakatnya.

Salah satu buktinya, Jumat, (11/8/2017) Bupati Malang Dr H Rendra Kresna terpilih menjadi satu di antara tiga kepala daerah terbaik tingkat nasional 2017. Dua di antaranya adalah Bupati Bandung Dadang M Nasser dan Bupati Maros M. Hatta Rahman.

Mereka berdua juga meraih penghargaan kategori kemudahan perizinan pembangunan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Penghargaan diberikan langsung Presiden Joko Widodo bersamaan dengan acara pembukaan Indonesia Properti Expo 2017 dan Hari Peringatan Hapernas (Hari Perumahan Nasional) yang diadakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) di Jakarta Covention Center (JCC) Lobby Hall B, Jalan Jenderal Gatot Subroto Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Prestasi yang diraih Pemkab Malang itu juga tak lepas dari kerja keras Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) yang dikomando Wahyu Hidayat sebagai leading sector program pengentasan rumah tak layak huni atau bantuan bedah rumah.

"Penghargaan diberikan terkait program memudahkan perizinan kepemilikan rumah MBR. Salah satu program beliau (Rendra Kresna, Red) adalah bedah rumah. Ini penghargaa kali pertama yang diraih Pemkab Malang," kata Wahyu kepada MalangTIMES, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Wahyu program bedah rumah ini merupakan program yang dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki hunian terutama mereka yang berpenghasilan rendah agar bisa memiliki tempat tinggal yang layak.

"Sebenarnya program bedah rumah sudah berjalan sejak tahun lalu, dan sekarang masih terus kami gencarkan karena ini menjadi kebutuhan masyarakat. Kami akan bekerja serius agar program pengurangan Rumah Tak Layak Huni di 33 kecamatan sukses sesuai target," terang mantan Kepala Dinas Pengairan itu.

Selain itu, lanjut Wahyu untuk membantu  kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malang, Pemkab Malang sudah menganggarkan di APBD tahun 2017 sebesar Rp 10 miliar untuk memperbaiki Rumah Tak Layak Huni.

"Anggaran itu belum belum termasuk jatah bedah rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) maupun bantuan dari beberapa komunitas yang ada seperti Real Estat Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi)," ujarnya.

Pewarta : Imam Syafi'i
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top