Bupati Malang Rendra Kresna: Boleh Turunkan Status Sempu asal Fungsi Hutan Konservasi Tak Dihilangkan

Bupati Malang Rendra Kresna (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MADURATIMES, MALANGBupati Malang Dr H Rendra Kresna angkat bicara soal polemik munculnya wacana penurunan status Pulau Sempu, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, dari taman cagar alam menjadi taman wisata alam (TWA). Rendra menegaskan, penurunan status Pulau Sempu tidak masalah asalkan fungsi hutan sebagai konservasi tetap ada. 

"Statusnya diturunkan tidak masalah. Tapi fungsi Pulau Sempu sebagai hutan konservasi harus tetap ada. Selain itu, nanti juga bisa dibuka untuk wisatawan yang sifatnya tidak merusak lingkungan. Saya yakin wisatawan yang ke sana para pecinta lingkungan," kata Rendra di sela-sela acara pemberian materi pembelajaran di Sekolah Luar Biasa Nasional (SLBN) Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang, Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Kamis (7/9/2017).

Apakah dijamin kelestariannya bila Pulau Sempu dibuka untuk wisatawan? Rendra mengatakan bisa dijamin keamanannya karena wisatawan yang pergi ke sana akan didampingi para pendamping.

"Selama ini kendala kita pendamping tidak mencukupi dari petugas Balai Konservasi Satwa dan Sumber Daya Alam (BKSDA) saja. Karena itu, harus ada pemberdayaan pendamping dari warga sekitar di Pulau Sempu. Mereka dilatih sebagai guide wisawatan," terang pria 55 tahun tersebut.

Rendra mencontohkan hutan konservasi di Gunung Bromo yang dibuka untuk wisatawan yang mendaki gunung. Kondisinya ternyata tidak ada memgalami kerusakan hutan.

"Karena di sana setiap pendaki gunung didampingi para pendamping sehingga keamanan terjaga dan tidak ada perusakan lingkungan. Iya kan," ucapnya.

Kemudian, terkait jalan di Pulau Sempu yang selama ini hanya hamparan hutan dan tidak ada jalan akses yang tersistematis, Rendra menginginkan ada pembukaan akses jalan setapak agar tidak menyesatkan wisatawan. "Selama ini belum ada jalan akses yang permanen dibsana. Akses jalannya yang tahu dari petugas pendamping BKSD saja. Sudah terjadi benerapa kali ada orang yang tersesat di sana. Nah kami ingin dibuka akses jalan setapak di sana dan ada penambahan kuota wisawatan, yang juga diimbangi dengan jumlah penambahan pendamping," ucapnya.

Rendra mengimbau secara tegas, area Pulau Sempu tidak boleh dibangun pembangunan yang bersifat permanen. Akan tetapi boleh membangun tempat untuk berteduh di pinggir pantai. "Kalau dibangun pembangunan permanen seperti berbahan dasar semen dan batu, itu tidak boleh. Yang boleh itu dibangun tempat berteduh di pinggir pantai saja karena itu sangat penting," pungkas Rendra. (*)

Pewarta : imam syafii
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top