Bupati Malang Rendra Kresna: Yuk Biasakan Jalan Kaki untuk Gapai Germas

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna dikerubungi para siswa yang telah melakukan jalan sehat untuk bersalaman. Rendra menjadikan jalan sehat menjadi alat yang merakyat dalam menggapai Germas. (Nana)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna dikerubungi para siswa yang telah melakukan jalan sehat untuk bersalaman. Rendra menjadikan jalan sehat menjadi alat yang merakyat dalam menggapai Germas. (Nana)

MADURATIMES, MALANGGerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna terus diintensifkan oleh seluruh jajarannya. Kegiatannya tidak perlu yang membuat masyarakat berat melaksanakannya.

Jalan kaki sebagai bagian dari Germas merupakan bentuk sederhana yang bisa dilakukan siapa pun. Tanpa biaya besar tapi menyehatkan dan bisa dilakukan di mana pun. "Terpenting dengan jalan kaki juga bisa membuat hati gembira. Jadi, Germas itu tidak perlu yang aneh-aneh," kata Rendra. Senin (18/09).

Menurut dia, dengan berolahraga jalan kaki yang kini kerap digelar dalam setiap kegiatan, selain bisa menciptakan masyarakat yang sehat, eksesnya akan membuat produktivitas meningkat. Hal ini sangat membantu berbagai program pemerintahan kabupaten Malang dalam mewujudkan visi misi Madep Manteb Manetep. "Dengan tubuh yang sehat, maka akan dihasilkan jiwa yang kuat. Ini modal besar dalam mensukseskan pembangunan yang ada," tandas Rendra.

Jalan kaki banyak memiliki manfaat bagus bagi kesehatan jantung serta mengatur tingkat kolesterol. Jalan kaki selama 30 menit saja, misalnya, bisa menurunkan kemungkinan seseorang mengalami masalah jantung sekitar 40 persen. Hal ini karena jalan kaki dapat meningkatkan denyut jantung, meningkatkan sirkulasi darah di dalam tubuh, dan memperkuat jantung. "Banyak kelebihan jalan kaki. Karena itu, kita terus galakkan kepada masyarakat. Alhamdulillah antusiasnya juga tinggi," kata Rendra.

Antusiasme masyarakat terhadap program Germas terlihat, misalnya, dalam acara jalan sehat di Kecamatan Turen. Ribuan masyarakat memadati jalanan dan bergembira bersama. Berbagai pernyataan dari masyarakat atas program Germas pun bersifat positif dan mendukung penuh kebijakan Rendra dalam mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.

Markus Ali, salah satu panitia panitia penyelenggara acara, menyatakan sangat mendukung setiap program Germas yang kini jadi menu utama dalam setiap kegiatan pemerintahan. Baginya, dengan Germas, akan tercipta masyarakat yang sehat, cerdas dan tangkas. "Kami tentunya bangga dengan gerakan olahraga seperti ini. Masyarakat pun dengan gembira menyambutnya," ucap dia kepada MalangTIMES.

Jalan kaki sebagai olahraga kini menjadi bagian dari kesadaran masyarakat di Kabupaten Malang untuk menciptakan tubuh yang sehat. Karena tanpa tubuh yang sehat, pembangunan sebaik apa pun tidak akan menghasilkan manfaat yang dirasakan. "Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Maka, yuk kita terus galakkan jalan kaki untuk mewujudkan Germas," kata Rendra. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Karmila Arfiana
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top