Bangun Dua Proyek Wisata Besar, Bupati Malang Rendra Kresna Optimalkan Malang Utara

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MADURATIMES, MALANGPemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang benar-benar ingin mamaksimalkan potensi wisata di semua kawasan. Setelah kawasan Malang Selatan yang mayoritas wisata pantai, pengembangan wisata juga diarahkan di kawasan Malang Utara.

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna mengakui punya program besar dalam mengoptimalkan pariwisata di wilayah Malang Utara. "Kami sekarang punya dua program besar dalam meningkatkan pariwisata di wilayah Malang Utara sekaligus mengentaskan kemiskinan dan melestarikan lingkungan," kata dia kepada MalangTIMES saat ditemui di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Selasa (3/10/2017).

Bupati yang identik mengenakan peci hitam setiap menjalankan tugas pemerintahannya itu menerangkan, dua program besar pengembangan pariwisata itu adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Singosari dan Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Bromo Tengger Semeru (BTS).

"Pertama program pariwisata KEK, kalau sudah rampung, paling sedikit investasi yang masuk sekitar Rp 10 triliun. Dampaknya luar biasa dan sangat cepat untuk meningkatkan perekonomian sosial masyarakat Kabupaten Malang, terutama di Malang Utara," ungkap suami Jajuk Rendra Kresna itu.

Kemudian peningkatan pariwisata tidak hanya di sektor Malang Utara. Semua wilayah di Kabupaten Malang akan berdampak pula dengan menggencarkan beragam program peningkatan pariwisata.

"Nanti di kawasan KEK itu akan terbangun fasilitas penunjang kepariwisataan Kabupaten Malang. Di antaranya aksesibilitas, amenitas dan atraksi, yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, dan masyarakat yang saling terkait," kata orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Malang itu.

Kemudian program kedua dalam meningkatkan pariwisata Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Bromo Tengger Semeru (BTS) yang kebetulan lokasinya di Malang Utara. Rendra mengungkapkan, bila nanti BOP BTS sudah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, sektor pariwisata Kabupaten Malang semakin meningkat pula.

"Kita mengusulkan dua kawasan untuk BOP BTS. Yaitu di wilayah Dusun Duwetkrajan, Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, seluas 171 hektare dan Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, dengan luasan 150 hektare. Kalau kawasan itu terbangun, akan berdampak tiga hal program prioritas Pemerintah Kabupaten Malang," terang pria berkacamata ini.

Masih menurut Rendra, jika kawasan BOP BTS terbangun di wilayah Kabupaten Malang, bukan hal yang mengada-ngada karena tagline-nya adalah Bromo Tengger Semeru. "Wisatawan pergi ke Bromo, Tengger, dan Semeru itu, pintu masuk yang ideal di  Kabupaten Malang. Untuk menuju Bromo. cukup memakan waktu 1 jam 15 menit saja dari Bandara Abdulrachman Saleh. Kemudahan aksesibilitas inilah yang kita bangun untuk wisatawan menuju BTS," pungkasnya. (*)

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top