Digadang-gadang Jadi Wakil Gubernur Dampingi Khofifah, Ini Jawaban Bupati Malang Rendra Kresna

Bupati Malang Rendra Kresna (berkopiah hitam) saat meninjau berbagai program pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya (dok. Nana/ MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna (berkopiah hitam) saat meninjau berbagai program pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya (dok. Nana/ MalangTIMES)

MADURATIMES, MALANG – Rumor yang menyatakan bahwa Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna bakal maju mencalonkan diri sebagai wakil gubernur dalam Pilgub (Pemilihan Gubernur) Jawa Timur, ditampik keras olehnya.

"Saya tidak bakal maju Pilgub Jatim. Komitmen saya memajukan Kabupaten Malang sampai habis masa jabatan nanti," tegas Rendra Kresna.

Pernyataan Rendra Kresna berulangkali disampaikannya kepada media setiap kali pertanyaan tentang pencalonan atau dukungan masyarakat Jawa Timur (Jatim) kepadanya untuk maju menjadi Wakil Gubernur (Wagub).

Bahkan dengan tegas pernyataan tersebut pernah disampaikan sejak tahun 2015 lalu. Rendra yang terpilih dan mendapat amanah masyarakat Kabupaten Malang kedua kalinya menjadi bupati, memiliki harapan besar untuk menjadikan wilayahnya sesuai dengan visi misinya.

"Keinginan saya adalah mengabdi dan mewujudkan masyarakat Kabupaten Malang yang Madep Manteb Manetep sampai habis jabatan saya nanti. Urusan itu (Pilgub, red) saya tidak memiliki minat," kata Rendra kepada MalangTIMES, Rabu (04/10).

Walaupun di dalam masyarakat, khususnya di Kabupaten Malang terus bermunculan dukungan dan dorongan kepada sosok bupati yang dikenal dengan komitmen membangun masyarakat melalui berbagai program kerakyatannya ini, Rendra sekali lagi menampiknya.

"Tentunya saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang mendorong saya maju di Pilgub Jatim. Tapi, sekali lagi saya tegaskan amanah yang diberikan masyarakat akan saya jalankan sampai selesai," terang bupati kesembilan belas di Bumi Arema ini.

Pengabdian dari amanah masyarakat Kabupaten Malang yang masih memberinya kepercayaan penuh menjadi bupati ke dua kalinya ini, bagi Rendra lebih penting dari jabatan tinggi.

Terutama dalam menuntaskan berbagai program kerja dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang kini jumlahnya hampir memasuki angka 3 juta. Optimalisasi potensi pariwisata yang kini semakin terlihat tumbuh dan hidup dalam masyarakat desa juga tidak mungkin bagi Rendra untuk ditinggalkan begitu saja.

"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Saya terus ikhtiar untuk mewujudkannya sampai masa jabatan saya berakhir," ujarnya.

Seperti diketahui, kuatnya dukungan kepada Rendra yang digadang-gadangkan oleh berbagai elemen masyarakat di Jatim untuk bersanding dengan calon Gubernur Khofifah Indar Parawangsa ini terus menggelembung. 

Bahkan, setiap kali kunjungan Khofifah ke Kabupaten Malang dalam rangka tugas resmi, menjadi sorotan bahwa sinyal yang ramai diperbincangkan mengenai duet dua tokoh ini benar adanya.

Padahal, Rendra dengan tegas mengatakan bahwa semua yang berkembang di masyarakat hanyalah sebatas rumor. "Bu Khofifah datang dalam kapasitasnya sebagai menteri yang menjalankan tugasnya. Saya dalam kapasitas sebagai bupati yang menjalankan amanah masyarakat. Tidak ada itu pembicaraan tentang politik apalagi Pilgub," urainya kepada media.

Seringkali bahkan Rendra terheran-heran dan akhirnya hanya bisa tersenyum, apabila masyarakat semakin masif menggadang-gadangkan dirinya sebagai pendamping Khofifah di Pilgub Jatim 2018.

Misalnya dengan adanya berbagai dukungan di media sosial (medsos) dari beberapa organisasi kemasyarakatan. Atau dari beberapa pemberitaan media mengenai hal tersebut. "Dengan nama ormasnya saja saya belum tahu," kata Rendra sambil tersenyum.

Tapi, lanjutnya, dia tetap berterimakasih dengan adanya dukungan tersebut. "Artinya, mereka percaya saya mampu. Tapi sekali lagi saya menampik harapan tersebut. Saya akan konsentrasi untuk selesaikan amanah sebagai Bupati Malang," tegasnya.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top