Bupati Rendra Kresna Bangga Lagu Indonesia Raya Berkemundang di Sirkuit Supermoto

Bupati Malang Rendra Kresna dan jajaran berdiri khidmat saat melantunkan lagu Indonesia Raya di sirkuit International Supermoto Championship 2017 Kanjuruhan, Kepanjen, Minggu (8/10/2017) (Nana/MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna dan jajaran berdiri khidmat saat melantunkan lagu Indonesia Raya di sirkuit International Supermoto Championship 2017 Kanjuruhan, Kepanjen, Minggu (8/10/2017) (Nana/MalangTIMES)

MADURATIMES, MALANG – Ajang International Supermoto Championship 2017 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang yang kedua kalinya,  menjadi kebanggaan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Malang. 

Selain mengharumkan dan semakin men-dunia-kan Kabupaten Malang sebagai penyelenggara kegiatan, juga membawa nama Indonesia di kancah dunia balap motor.

Kebanggaan tersebut semakin lengkap dengan kemundang lagu Indonesia Raya sebelum laga dimulai di sirkuit Kanjuruhan, Kepanjen.

Seluruh pembalap nasional dan mancanegara, seperti dari Jepang, Australia, Belanda, Singapura, Filipina, Latvia dan lainnya, berjejer dengan kuda besi tunggangannya dengan sikap khidmat.

Di panggung, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna beserta jajarannya, anggota DPR RI, Utusan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta ribuan penonton juga berdiri. Bersama-sama mengemundangkan Indonesia Raya.

Suasana khidmat dan kebersamaan dalam aura persaingan para pembalap memperebutkan gelar kejuaraan Supermoto 2017, membuat suasana benar-benar membuat merinding.

Kebanggaan sebagai warga Kabupaten Malang khususnya dan warga Indonesia umumnya begitu kental dalam pembukaan laga final Supermoto Championship 2017 ini.

"Olahraga memang menjadi alat pemersatu. Dalam olahraga tidak ada perbedaan suku, bangsa, agama. Semua jadi satu dalam sportifitas dan kerja keras. Dua hal ini adalah bibit dari lahirnya jiwa nasionalisme,"terang Dr H Rendra Kresna Bupati Malang, Minggu (08/10/2017).

Jiwa nasionalisme inilah yang kini terasakan begitu kental. Para pembalap nasional pun, seperti Doni Tata, Farhan Hendro, Diva Ismayana, Arjun Wicaksono dan Ade Elvira terpacu untuk menjadi juara mengalahkan para pembalap luar negeri yang berlaga.

Indonesia Raya sebagai pengikat dan penyemangat para atlit nasional serta menumbuhkan kesadaran lebih pada warga yang menonton supermoto 2017 ini, kata Rendra menjadi sangat penting dalam suasana dan kondisi saat ini.

"Kebanggaan dan nasionalisme yang diusung dalam olahraga tentunya menjadi modal besar bagi kita untuk melakukan pembangunan di Kabupaten Malang. Bila diaplikasikan dengan tiga program kerja di sini, saya yakin hasilnya akan luar biasa,"tutur Rendra.

http://cdn-img.jatimtimes.com/images/2017/10/08/Para_pembalap_International_Supermoto_Championship_berjajar_mengemundangkan_Indonesia_Raya_di_Sirkuit_KanjuruhanzlGoF.jpg

Dia mencontohkan, kebanggaan tersebut akan menjadi energi besar dalam bersama-sama melakukan percepatan pembangunan di bidang pengentasan kemiskinan, optimalisasi pariwisata dan lingkungan hidup.

"Karena tanpa adanya kebanggaan, persatuan tentu tidak bisa berhasil guna bagi masyarakat. Semoga perlehatan Supermoto ini semakin menjadi corong bagi kebaikan pembangunan di Kabupaten Malang,"ujar Rendra kepada MalangTIMES. 

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top