#BersatuUntukRupiah, Berikut Kata Bijak Warganet Dukung Rupiah

Salah satu kicauan dukungan warganet dukung rupiah menguat. (foto via Twitter)
Salah satu kicauan dukungan warganet dukung rupiah menguat. (foto via Twitter)

MADURATIMES, MALANG – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Hingga Rabu (5/9/2018) malam, nilai tukar rupiah berada pada level 14.946,45 per dolar AS. 

Ada banyak faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah. Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit. Di dalam negeri, perdagangan kurang optimal sehingga mengakibatkan nilai tukar rupiah melemah. 

Selain itu, menurut Presiden ASEAN International Business Shanti Rachmand, yang menyebabkan nilai tukar rupiah anjlok adalah infrastruktur sistem perdagangan yang kurang memadai dan adanya perang dagang. 

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar barangkali banyak ditanggapi negatif. Dunia media sosial seolah terbagi menjadi dua kubu. Banyak yang menyalahkan pemerintah tapi tak sedikit yang memberikan dukungan agar nilai tukar rupiah kembali menguat.

Di media sosial Twitter, tagar #BersatuUntukRupiah menjadi trending topic dalam beberapa jam terakhir. Ratusan ribu tweet ditulis warganet hingga Kamis (6/9/2018) pukul 16.00 WIB.

Marilah menjadi bijak. Ada kalanya tak perlu menyalahkan siapa-siapa. Sejenak, tinggalkan ego dan berpikir positif penuh semangat. Dan berikut tweet atau kicauan warganet yang MalangTIMES  rangkum untuk mendukung rupiah.

"Meskipun dolar naik harga-harga kebutuhan bahan pokok dibawah tetep. Kopi, nasi, dan rokok harganya masih sama. Yang berubah cuma sikapmu padaku, kayaknya dingin-dingin gimana gitu," tulis @CakX6.

"Jatuh itu hal yang biasa yang tidak biasa itu jatuh dan tidak mau bangkit lagi. Ayo rupiah kamu harus bisa bangkit," tulis @intanpratiwi711.

"Rupiah naik kok panik? Hidup nikmat itu hidup yang berkucukupan. Waktu kita butuh sesuatu, sesuatu itu ada," tulis @genre_hijau.

"Cukup doain dulu aja, enggak usah ngebacotin berlebihan tanpa arah. Negara kita sedang berproses, tapi baktimu hanya memprotes," tulis @rexsaal. 

"Pada pecahan rupiah terbesar, ada gambar proklamator kemerdekaan. Pada pecahan yang lebih kecil, ada gambar para pejuang. Biar kita sadar, untuk bisa merdeka butuh perjuangan," tulis @jokefisien. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top