Menpora Tak Mau Campuri Urusan Hukum Pemain Timnas yang Aniaya Pacar

Imam Nahrawi saat dijumpai di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya (5/11/2018). (Hendra Saputra)
Imam Nahrawi saat dijumpai di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya (5/11/2018). (Hendra Saputra)

MADURATIMES, MALANG – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tidak mau mencampuri urusan hukum yang sedang dialami oleh gelandang muda Timnas Indonesia yang juga pemain Persela Lamongan, Saddil Ramdani.

Sebelumnya, Saddil Ramdani telah ditetapkan menjadi tersangka karena menganiaya seorang gadis yang disebut sebagai mantan pacarnya. Insiden tersebut terjadi di mess Persela Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo No 28 Lamongan pada Rabu (31/10/2018) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Saat itu Saddil yang baru saja kembali ke Persela setelah memperkuat Timnas Indonesia U-19 dalam ajang Piala Asia U-19 bertemu dengan ASR sekitar pukul 18.30 WIB.

Lama tidak berjumpa, tampaknya ASR ingin meminjam handphone Saddil. Tak berkenan, lalu keduanya terlibat adu mulut. Pemain didikan Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) Malang itu kemudian mencakar wajah wanita tersebut.

Atas perbuatannya, Saddil dilaporkan ASR ke lolres setempat. Dan pemain yang mempunyai kekuatan pada kaki kirinya tersebut langsung dibawa polisi.

"Ya itu persoalan hukum. Saya tidak bisa mencampuri. Semoga itu bisa menjadi pelajaran penting bagi Saddil," ujar Imam Nahrawi.

Saat disinggung apakah pemerintah tidak melakukan perlindungan kepada atlet karena Saddil Ramdani telah berjasa untuk Indonesia di berbagai ajang sepak bola kelompok usia, bahkan senior, Imam menjawab harus memilah perlindungan apa. "Kalau perlindungan soal tindakan individual yang berkaitan dengan pidana dan perdata, itu masalah personal," katanya.

Meski begitu, Imam tetap menganggap Saddil sebagai pemain yang berjasa bagi Indonesia. Dan ia juga aset pemain untuk masa depan Timnas Merah Putih.

"Saya akui Saddil adalah pemain bola yang sangat potensial. Telah memberi banyak perubahan di timnas kita," ucapnya. "Tentu semua masih butuh tenaganya," imbuhnya.

Kini dari kabar yang beredar, Saddil telah keluar dari Polres Lamongan setelah ada pembicaraan dengan pihak keluarga ASR. Namun, hingga saat ini status Saddil bukan bebas, melainkan ditangguhkan. (*)

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top