Dari Jalan Bersinar hingga Beton Penyerap Air, Inilah 10 Inovasi Konstruksi Jalan Ramah Lingkungan Masa Depan

Beton penyerap air. (foto: screenshot Youtube)
Beton penyerap air. (foto: screenshot Youtube)

MADURATIMES, MALANG – Aktivitas kita sehari-hari tentu tak bisa lepas dari jalanan. Untuk itu, sudah pasti kita menginginkan jalan yang aman dan nyaman. 

Karena itu, banyak ilmuwan dari berbagai negara membuat inovasi-inovasi konstruksi jalan. Inovasi-inovasi yang dibutuhkan tentu yang ramah lingkungan serta  lebih aman dan nyaman untuk pengendara. 

Nah, berikut ini 10 penemuan inovatif terkait konstruksi jalan ramah lingkungan di masa depan.

1. Jalan Plastik


Seorang ilmuwan kimia bernama Doktor Rajagopalan Vasudevan menciptakan jalan raya yang dibuat dari plastik daur ulang. Ia membuat inovasi tersebut untuk menjawab masalah lingkungan yang diakibatkan oleh limbah plastik tanpa mengganggu kehidupan orang miskin yang bergantung dari limbah tersebut.

Dalam inovasi ini, Vasudevan menemukan bahwa dalam keadaan cair plastik memiliki ikatan yang lebih kuat. Ia memiliki sifat atau polimer yang mirip dengan aspal yang bila dicampur dengan kerikil, bisa merekatkan dengan sangat baik.

Kini jalan campuran plastik tersebut sudah digunakan di 10 ribu km jalan di India. Selain di India, jalan plastik juga sudah dicoba di Inggris,  Belanda,  Australia, dan bahkan di Indonesia.

2. Semen Bercahaya


Dr Jose Carlos Rubio Alavos dari UMSNH of Morelia Meksiko menciptakan semen yang bisa menyala di malam hari. Semen ini memiliki kemampuan untuk menyerap dan memancarkan cahaya di malam hari. Pengaplikasiannya bisa diterapkan di banyak keperluan, seperti kolam renang, tempat parkir, sebagai rambu, dan bahkan jalanan.

Semen glow in the dark ini bisa mengurangi pemakaian lampu dan mereduksi penggunaan energi. Selain itu, semen tersebut bisa membantu pengguna jalan karena cahaya yang dipancarkannya. Hebatnya lagi, semen ini bisa bertahan sampai 100 tahun. Pendaran cahayanya bisa sampai 12 jam.

3. Jalan Surya


Jalan surya atau solar roadway adalah jalan raya yang disusun dari panel-panel surya. Jalan ini bukan sekadar menggantikan aspal dan beton. Panel-panel tersebut bisa menangkap dan memanen sinar matahari. Kemudian diubah menjadi listrik yang bisa dipakai untuk mengisi ulang mobil listrik ataupun lampu di jalanan.

Panel ini juga mengandung elemen pemanas untuk mencegah akumulasi es dan salju. Selain itu, ada mikroprosesor yang memungkinkan terbangunnya sistem informasi komunikasi yang pintar. Untuk diketahui, panel-panel ini dibuat dari kaca tempa yang sangat kuat hasil dari daur ulang.

4. Beton Penyerap Air


Di masa depan, kita tidak perlu takut kebanjiran di jalanan apabila menggunakan beton penyerap air. Jenis beton ini juga disebut beton pervious. Beton pervious terbentuk dari campuran semen, agregat daur ulang, dan bahan aditif.

Beton pervious bisa menyerap air dengan sangat cepat dan banyak sehingga tentu dapat mencegah terjadinya banjir di jalanan. Dengan begitu, tanah yang dibeton bisa tetap menjadi daerah resapan air. Sangat ramah lingkungan.

Untuk diketahui, beton pervious ini lebih kuat daripada beton biasa dan lebih hemat air. Penggunaan material daur ulang dalam pembuatan bahan beton pervious akan mengatasi ketergantungan akan material baru. Beton daur ulang ini juga mampu mengurangi kebutuhan material alam sehingga secara langsung dapat mengurangi eksploitasi sumber daya alam di gunung dan di sungai.

5. Jalan Listrik


Jalan listrik atau e-road ini 100 persen bebas polusi. Sebab, kendaraan yang bisa melintasi hanyalah kendaraan yang memakai tenaga listrik. Jalan listrik dapat memasok tenaga listrik untuk kendaraan yang melintasinya dari kabel troli di atas jalan atau melalui rel konduktor yang tertanam di permukaan jalan.

Dengan tersedianya pasokan listrik sepanjang jalan, maka jalan ini telah memecahkan masalah pelik yang dihadapi oleh industri mobil listrik untuk membuat produk yang layak. Konsep ini dianggap menjadi model jalan masa depan. Jalan listrik pertama di dunia ini ada di Swedia. Panjangnya sekitar 2 km dengan rel listrik yang tertanam di jalan umum Stockholm.

6. Jalan Piezoelektrik


Jalan Piezoelektrik merupakan jalan listrik juga. Bedanya, listrik dihasilkan dari keping keping piezoelektrik. Keping-keping ini dipasang di badan jalan. Cara kerjanya dengan memanfaatkan tekanan dari masa kendaraan yang ada di jalan.

Jadi, setiap mobil yang menginjak keping-keping tersebut akan menghasilkan tekanan yang akan diubah menjadi tenaga listrik. Tenaga listrik itu akan dikumpulkan dan menjadi sumber energi yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari mengisi daya mobil listrik, menyalakan lampu jalan dan lampu lalu lintas, dan lain sebagainya.

Untuk diketahui, proyek ini telah diuji coba di Israel, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat. Dengan konsep tersebut, jalan piezoelektrik diharapkan bisa menjadi sumber energi terbaru di masa depan.

7. Jaringan Jalan Pintar


Lalu lintas modern masa depan tampaknya segera terwujud di China. Sebuah proyek jalan sepanjang 161 km segera dijalankan mulai di tahun 2022 nanti di Provinsi Zhejiang. Jalan pintar yang saling terhubung itu akan menyambungkan beberapa kota yang akan memangkas waktu tempuh.

Kendaraan yang melaju diharapkan mencapai kecepatan 150 km per jam. Untuk itu hanya dapat dilalui oleh mobil otonom yang berjalan tanpa sopir. Mobil bisa bebas melaju di tol dengan tagihan otomatis disertai teknologi pengisian daya baterai yang optimal.

8. Jalan Bersinar


Di Negeri Kincir Angin Belanda, para pemakai jalan dimanjakan dengan fitur jalan bersinar. Jalan itu membentang sepanjang 2,5 km. Bisa menyala bukan karena ada lampunya, tetapi berkat sebuah teknologi cat dinamis.

Jadi, markah jalan tersebut dicat menggunakan cat pemancar cahaya yang bersinar di malam hari. Selain sebagai markah, cat tersebut juga akan menyala membentuk pola gambar tertentu saat kondisi jalan sedang licin atau salju turun. setelah normal, cahaya tersebut bisa redup kembali.

Selain cerdas, teknologi ini juga artistik sekaligus sebagai alternatif yang berkelanjutan untuk daerah-daerah di mana tidak ada pencahayaan.

9. Jalan yang Bisa Memperbaiki Diri


Kasus kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kerusakan jalan memang cukup tinggi. Sementara biaya perbaikan jalan masih terbilang mahal. Nah, untuk mengatasi hal tersebut ilmuwan Universitas Nottingham Inggris mengembangkan sebuah formula dari minyak bunga matahari untuk membuat jalan bisa memperbaiki dirinya sendiri.

Formula minyak bunga matahari itu dicampur dengan beberapa bahan lainnya untuk dijadikan kapsul. Saat aspal menjadi bolong atau lubang, kapsul ini akan pecah dengan sendirinya lalu mengeluarkan isi.
Isinya berisi formula yang akan mengikat kembali aspal dan mengisi lubang-lubang jalanan dengan sendirinya. Cara ini jauh menghemat biaya dan tenaga di masa depan serta lebih eco friendly.

10. Smart Crossing


Teknologi ini bertujuan untuk meminimalisasi kecelakaan yang terjadi akibat penyeberangan. Prototipenya sudah dicoba pada sebuah jalan sepanjang 22 m di Mitcham, London.

Sistemnya menggunakan kamera di pinggir jalan yang akan menganalisa gerakan pejalan, pengguna jalan, dan kendaraan. Kamera tersebut terhubung ke panel lampu LED yang dibenamkan di material jalan yang akan menyala sesuai peringatan. Misalnya saja tiba-tiba ada penyeberang, maka lampu di jalan akan menyala dan memberi tahu pengemudi mobil atau motor untuk segera berhenti. Begitu juga bila ada yang keluar dari jalur gara-gara sibuk main handphone. Lampu LED akan menyala dan memperingatkan pengendara untuk fokus kepada jalan di depan. (*)

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top