10 Pemimpin Dunia Ini Dikenal Sangat Kejam, Siapa Mereka?

Tamerlane, Kaisar Timurid
Tamerlane, Kaisar Timurid

MADURATIMES, MALANG – Seorang pemimpin suatu daerah atau negara harus mempunyai karakter atau sifat seperti seorang ayah agar bisa membina masyarakatnya. Namun, bagaimana jadinya jika seorang pemimpin tersebut memiliki perangai yang sangat kejam, bahkan bisa disebut raja tega?

Berikut MalangTIMES mengulas 10 pemimpin di dunia yang dikenal sangat kejam.

1. Nero, Kaisar Ke-5 Romawi

Nero memerintah Romawi antara 54 dan 68 Masehi. Dia dikenal sebagai kaisar yang meruntuhkan kekaisaran Romawi. Ia bertanggung jawab atas kematian ribuan orang, termasuk kerabat-kerabatnya sendiri, yang dibunuhnya secara sistematis.

Nero senang membakar kota-kota hingga rata dengan tanah dan membunuh dengan cara-cara tidak biasa. Misalnya dimasukkan ke air mendidih, ditikam, disalib, diracun, dan dipenggal.

Nero juga dikenal suka memerkosa banyak wanita. Dia juga merusak tubuh wanita yang diperkosanya.

Saat dia memerintah, kebakaran Kota Roma menewaskan banyak orang dan menimbulkan gelombang pengungsi. Nero kemudian menyalahkan warga Kristen, sehingga ribuan warga Kristen disiksa dan dibunuh secara keji. Ada yang disuruh bertarung melawan singa atau dijadikan obor hidup.

Perilakunya tersebut memicu pemberontakan. Saat kekalahannya, Nero mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

2. Qin Shi Huang, Kaisar Ke-1 China

Qin Shi Huang adalah kaisar pertama China yang bertahta antara 210 hingga 221 SM. Belum setahun memerintah, ia sudah menggusur 120 ribu keluarga. Ia pun dikenal paranoid sehingga membuatnya kejam, sadis dan brutal terhadap rakyat.

Karena terus mendongkrak pajak, rakyat menjadi miskin. Dia  juga memusnahkan hampir semua tulisan dan buku. Bahkan para cendekiawan pun menjadi sasarannya dan banyak di antaranya yang meninggal karena dikubur hidup-hidup atau dipenggal.

Huang membangun 4.700 jalan raya menggunakan tenaga kerja paksa. Ribuan di antaranya bekerja hingga meninggal.

Ia memaksa para ilmuwan dan cendekiawan untuk mencari cara agar ia tidak bisa mati. Sebanyak 480 ilmuwan dikubur hidup-hidup karena gagal memenuhi tuntutannya.

Karena paranoid tentang keselamatan dan kematiannya ia membangun mausoleum selebar 5 km yang dibangun oleh 700 ribu tenaga kerja paksa.

3. Jengis Khan, Kaisar Mongolia

Jenghis memegang gelar sebagai khan dari 1206 hingga 1227 M. Dia dipandang sebagai orang yang haus darah dan pendendam. Selama kekuasaannya, ia menguasai hampir seluruh daratan China dan daratan ke Laut Kaspia.

Jengis Khan dan pasukannya membantai orang-orang dari berbagai kota, baik prajurit, warga biasa dan bahkan anak-anak. Pembantaian dilakukan dengan berbagai cara, termasuk pencurahan cairan perak panas ke mata dan telinga para korban.

Kaum wanita diperkosa di depan keluarganya. Kaum miskin dipenggal. Sedangkan kaum kaya disiksa agar menceritakan di mana harta mereka.

Jengis Khan dan pasukannya diduga membunuh 700 ribu orang hanya dalam sekali pembantaian dan kerap menggunakan para musuhnya sebagai perisai manusia. Ada ribuan orang menjadi budak selama kekuasaannya.

Jenghis Khan diketahui telah membunuh tiga perempat dari 10 juta orang yang berdiam di daratan tinggi Iran pada saat itu. Selama kekuasaannya, ia dan pasukannya telah membunuh 20 hingga 60 juta orang.

Jenghis Khan meninggal dunia karena sebab alamiah pada 1227 Masehi.

4. Herodes, Raja Agung Yudea 

Herodes menjadi raja Yudea (Romawi Kuno) antara 47 hingga 4 SM. Dia dikenal dengan perintah pembunuhan setiap anak laki-laki berusia di bawah 2 tahun di seluruh Betlehem.

Herodes diketahui mengidap paranoid dan melakukan banyak kekejian. Setiap orang yang dicurigai dan diyakini menjadi ancaman akan dibunuhnya, termasuk kerabat, istri, paman dan tiga putranya sendiri, termasuk imam tinggi pada masa itu.

Herodes meninggal pada 4 SM karena sakit. Tapi sebelum meninggal, dia sempat memerintahkan membunuh semua tokoh pria di Yudea agar menciptakan kedukaan luar biasa. Untungnya, perintah tersebut diabaikan.

5. Wu Zetian, Kaisar Wanita China

Kaisar wanita China ini memerintah dari 690 hingga 705, sekaligus menjadi satu-satunya wanita yang memerintah dalam sejarah China. Ia dikenal juga sebagai wanita keji, sadis dan tega.

Wu Zetian memerintahkan penyiksaan dan pembunuhan setiap hari. Semua lawannya dihukum mati atau diasingkan, bahkan keluarganya pun tidak luput kena hukuman.

Ia membunuh keponakan lelaki maupun perempuan, bahkan anak perempuannya sendiri yang baru lahir. Ia memaksa orang-orang untuk bunuh diri, termasuk putranya sendiri.

Selama kekuasaannya, ribuan orang dicincang, dicekik, diracun, dibakar dan direbus hidup-hidup. Wu Zetian juga masuk daftar perempuan paling berpengaruh dalam sejarah dan meninggal pada usia 81 tahun.

6. Raja Jhon, Inggris 

Raja Jhon yang bengis adalah saudara lelaki Raja Richard berhati singa. Ia senang memanjakan diri sendiri dan diketahui telah mengkhianati teman dan kerabat, bahkan negerinya sendiri.

Selama masa kekuasaannya antara tahun 1199 hingga 1216 Masehi, Jhon telah membuat bangkrut negaranya. Raja Jhon juga mencuri dari gereja dan mengusir semua rohanian dari Inggris.

Ia menyatakan perang melawan Prancis sehingga kehilangan puluhan ribu pasukan. Melalui sebuah kampanye, ia menyita semua harta kaum Yahudi di Inggris, lalu memenjarakan dan menyiksa para korbannya.

Pajak naik luar biasa. Belum lagi ribuan orang dipaksa lapar, dibutakan, disiksa, digantung dan dipenggal.

Saat menandatangani Magna Charta, ia kehilangan semuanya dalam peperangan, kecuali Inggris.

Raja Jhon meninggal pada tahun 1216 Masehi sebelum melancarkan serangan besar-besaran yang mungkin bisa membuat Inggris kalah melawan Prancis.

7. Tamerlane, Kaisar Timurid

Kaisar yang juga dikenal sebagai Timur ini adalah penguasa pada abad 14 yang menundukkan Asia Barat, Tengah dan Selatan. Ia meyakini bahwa Jenghis Khan adalah leluhurnya. Timur pun menjadi penakluk keji dan haus darah.

Tamerlane bertanggung jawab atas kematian ribuan orang, termasuk 200 ribu tentara dan warga sipil India yang sudah menyerah.

Di Aleppo, ia memenggal 20 ribu orang, ditambah 70 ribu orang di Ifshan, 70 ribu di Tikrit, dan 90 ribu di Baghdad.

Tamerlane senang menumpuk tengkorak para musuhnya hingga menjulang tinggi. Ia diduga memerintahkan kematian antara 15 hingga 20 juta orang selama kekuasaannya yang berlangsung hingga tahun 1405.

8. Caligula, Kaisar Ke-3 Romawi

Caligula memerintah kekaisaran Romawi antara 37 hingga 41 Masehi. Dia dikenal sadis, liar dan angkuh. Hanya dalam 3 bulan pertama kekuasaannya, ia membantai 160 ribu hewan.

Ia menderita demam otak dan diketahui mengidap penyakit mental sehingga percaya bahwa dirinya adalah dewa.

Menurut Caligula, para tahanan harus mengenal kematian yang menyakitkan. Dia mulai membunuhi para lawannya melalui penderitaan selama beberapa jam atau hari.

Anak-anak dicekik atau dipancung, sementara keluarganya diminta untuk menonton. Banyak tahanan yang diumpankan ke dalam kandang macan, singa, atau beruang liar.

Jika tidak menyukai seorang gladiator, Caligula memukuli mereka beberapa hari hingga meninggal dunia. Karena kekejiannya, orang memilih bunuh diri daripada harus berhadapan dan mati disiksa.

Caligula juga memaksa para suami menyerahkan istri-istri mereka dan bahkan melakukan inses (hubungan badan sedarah) dengan saudari perempuannya.

Banyak orang menderita kelaparan pada masa kekuasaannya. Akhirnya pada 41 Masehi, Casius Chaerea membunuh Caligula.

9. Attila, Kaisar Hun

Kekaisaran Hun membentang dari Sungai Ral ke Laut Baltik dan Sungai Danube. Ia berkuasa dari 434 hingga 453 Masehi dan dikenal sebagai barbar yang dingin, keji dan haus darah. Tujuannya adalah menghancurkan kekaisaran Romawi.

Ia tidak menerima orang menyerah atau memohon belas kasihan dan membunuh siapa pun menurut caranya. Bukan hanya mengancam Romawi, ia juga mengancam suku-suku Teutonik.

Attila dan pengikutnya percaya bahwa semua orang yang ada di bawah mereka tidak penting. Jadi, mereka tidak dibiarkan hidup.

Attila memorak-porandakan kota-kota di Romawi, membunuh ribuan orang selagi bergerak dan tidak sungkan membasmi seluruh penduduk suatu kota.

Ia bahkan menikmati tontonan ketika seseorang dicopoti tangan dan kakinya. Menurut Listvers, pada 453 Masehi, Attila meninggal dunia sambil batuk darah.

10. Godfrey, Kesatria  Prancis

Godfrey memimpin Perang Salib I, yaitu ekspedisi militer Kristen barat untuk merebut kembali tanah suci yang dikuasai pasukan muslim. Tapi ia juga mencoba membalas bangsa Yahudi karena pembunuhan Yesus.

Ketika tiba di Yarusalem 1099 Masehi, pasukannya merangsek seperti badai. Semua orang yang ditemuinya akan dibabat habis tanpa pilih-pilih dan kaum Yahudi dibakar hidup-hidup ketika sedang sembunyi dalam sinagog.

Pasukan Godfrey memburu siapa pun yang mencoba melarikan diri dari kota, Jalan-jalan dipenuhi dengan timbunan tangan, kaki dan kepala manusia.

Ada kisah bahwa Godfrey berjalan-jalan dengan telanjang kaki dan menggunakan celana dalam ketika mengarungi genangan darah hingga setinggi mata kakinya.

Godfrey meninggal pada 1100 Masehi karena terkena penyakit sampar.
 

 

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top