Debat Capres I Banyak Kritik, Lima Format Ini Yang Akan Dibahas di Tahap II

Ilustrasi debat capres ke-II (Ist)
Ilustrasi debat capres ke-II (Ist)

MADURATIMES, MALANG – Debat calon presiden (capres) tahap I menuai banyak kritik dari berbagai kalangan. Bahkan dua tim sukses capres pun banyak yang tidak sreg dengan format debat pertama itu.

Beberapa kritikan yang dipersoalkan adalah mengenai adanya kisi-kisi yang membuat debat terlihat kaku dan tidak mencerminkan kelas capres. Selain tentunya waktu yang diberikan kepada dua capres yang dibatasi sehingga membuat berbagai pikiran atau ide kedua capres tidak muncul dalam perdebatan tersebut.

Politikus Fahri Hamzah bahkan menyatakan kekecewaannya terhadap debat capres tahap I. Dirinya menyatakan bahwa yang sedang diuji dalam debat tersebut adalah calon presiden. "Mereka itu raksasa. Maka uji mereka sesuai kelasnya," ujarnya beberapa waktu lalu.

Berbagai kritik tersebut yang membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mematangkan ulang format dan mekanisme debat capres di tahap II yang akan berlangsung 17 Februari 2019. Lantas, apa yang akan membedakan debat capres tahap II dibandingkan dengan yang pertama?

Ada lima perbedaan yang nantinya dilakukan di dalam debat II antara capres dengan tema Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup ini. KPU mengatakan akan mengubah beberapa format debat  tahap II.

Perubahan pertama  mengenai persoalan yang membuat khalayak ramai mengkritik konsep memberikan kisi-kisi kepada kedua capres. Bahkan, mantan Komisioner KPU Sigit Pamungkas pun memberikan kritik atas pola tersebut. "Pemberian pertanyaan debat adalah hal aneh. Kurang relevan," ujarnya. 

Pun senada yang disampaikan Ketua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi. "Langkah KPU bisa menjadikan debat sebagai formalitas belaka. Monoton," ucapnya.

Dalam debat II, KPU tidak akan memberikan kisi-kisi pertanyaan kepada kedua capres. "Kami tampung banyaknya masukan. Pada debat  II, tidak ada kisi-kisi pertanyaan agar debat kedua lebih substansial, edukatif, menarik, sekaligus mengeksplorasi performa kandidat," ucap Wahyu Setiawan, komisioner KPU, seperti yang dilansir media nasional.

Perubahan kedua dalam debat adalah moderator hanya ada satu. Tidak lagi dua orang seperti dalam debat capres tahap satu. Dari konsep tersebut, kandidat moderator telah mengerucut pada dua nama. Yakni Najwa Shihab dan Tommy Cokro. Salah satunya akan dipilih menjadi moderator  debat kedua.

Ketiga adalah mengenai batasan waktu dalam debat. Pada tahap satu, setiap calon dibatasi waktu hanya 2 menit  untuk memaparkan visi dan misinya serta 1 menit untuk menjawab pertanyaan dari masing-masing calon. Di debat kedua, batasan waktu tersebut diubah dengan adanya penambahan durasi waktu. Harapannya, calon bisa memiliki waktu untuk menyampaikan visi, misi dan programnya dalam debat kedua.

Perubahan lainnya, tidak lagi ada tribun penonton di belakang panggung kandidat. Selain itu, panelis akan ditetapkan langsung  oleh KPU. Hal ini ditegaskan oleh KPU melalui Wahyu bahwa persoalan penentuan panelis akan ditentukan secara langsung oleh pihaknya.

"Panelis wajib netral, pakar di bidangnya, dan punya integritas. Sedangkan soal tribun penonton yang awalnya ada di belakang calon ditiadakan," pungkas Wahyu.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]maduratimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]maduratimes.com | marketing[at]maduratimes.com
Top