Dua cawabup bersaing untuk merebutkan kursi Wabup (for MalangTimes)

Dua cawabup bersaing untuk merebutkan kursi Wabup (for MalangTimes)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Akhirnya, dua calon wakil bupati (cawabup) Malang yang akan menjadi tandem Sanusi sampai Februari 2021 datang, berhadapan. Di hadapan seluruh anggota DPRD Kabupaten Malang, Selasa (8/10/2019). Mereka adalah Mohamad Soedarman yang berasal dari unsur akademis, dan mengajar sebagai Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara. Satunya lagi adalah  Abdur Rosyid Assadullah atau Gus Rosyid, Wakil Ketua Pengurus Cabang Perguruan Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Malang.  

Kedua calon Wabup ini berhadapan untuk menguliti visi misi Kabupaten Malang yaitu Madep Manteb Manetep. Sebagai bagian dalam proses pemilihan oleh dewan terkait posisi Wabup Malang.

Gus Rosyid yang mendapat giliran pertama menyampaikan paparannya, mengatakan M3 sebagai nilai filosofis dalam membangun Kabupaten Malang memiliki arti penting dalam pembangunan.

Madep, ucapnya, adalah niat untuk konsisten dalam menjalankan amanat konstitusi dan pembangunan. "Sedangkan Manteb adalah untuk mewujudkan niat tersebut. Pemerintah berkomitmen memiliki sikap kedisiplinan, bekerja keras dan produktif dalam pelaksanaan pembangunan," terang Gus Rosyid.

Dirinya melanjutkan, untuk Manetep, adalah mewujudkan tujuan pembangunan dalam 5 tahun supaya setiap pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. "Dari ketiga filosofi tersebut, tujuannya adalah terwujudnya Kabupaten Malang yang Istiqomah dan memiliki mental bekerja keras, guna mencapai kemajuan pembangunan yang bermanfaat nyata untuk rakyat berbasis pedesaan," ujar pria yang mengatakan wakil generasi milenial, kelahiran 2 September 1986.

Dirinya juga menegaskan, dalam membantu Bupati Malang Sanusi di era 4.0 diperlukan tenaga ekstra dalam proses penyelesaian berbagai sektor pembangunan. "Dan saya sangat memahami dan mengerti permasalahan yang dihadapi masyarakat di era generasi 4.0," ucap Gus Rosyid.

Tak ingin kalah, Soedarman juga menyampaikan visi dan misi dalam  menuntaskan program Madep Manteb Manetep yang sudah berjalan. "Ketika nanti saya terpilih mendampingi, tugas saya adalah membantu Bupati Malang untuk mensukseskan dan terlaksananya visi misi tersebut," tegasnya.

Berbeda dengan Gus Rosyid, Soedarman lebih memberikan prioritas kepada dunia pendidikan. Dirinya memahami, sisa waktu untuk menyukseskan M3 terbilang berbatas. Sehingga Soedarman lebih memprioritaskan program pendidikan. "Dimana, masyarakat Kabupaten Malang mendapatkan pendidikan yang berkualitas secara merata. Saya masih melihat  kualitas pendidikan masih kurang dan banyak pekerjaan rumah terkait hal itu yang harus dituntaskan," ungkap pria kelahiran 4 Mei 1967 ini.

Selain menyampaikan fokus program strategis itu, Soedarman juga menyampaikan, hal itu bisa dikarenakan kurangnya anggaran untuk mencukupi program. Dikarenakan luasan wilayah dan penduduk yang banyak di Kabupaten Malang. "Kemudian kualitas SDM dari Diknas atau guru pendidik. Bahwa sebenarnya, guru adalah ujung tombak di sekolah, yang seharusnya bisa menghasilkan anak didik yang baik dan berprestasi," sambungnya.

Soedarman juga menyampaikan terkait peningkatan tata kelola pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi yang kini tak lagi bisa diabaikan oleh pemerintahan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelayanan masyarakat. "Pelibatan generasi milenial pun menjadi sangat penting dalam menyelesaikan semua visi misi Kabupaten Malang ini," pungkas Soedarman.

 


End of content

No more pages to load