Pelatih kepala Arema FC, Mario Gomez. (Foto: Official Arema FC)
Pelatih kepala Arema FC, Mario Gomez. (Foto: Official Arema FC)

Pergelaran Piala Gubernur Jatim 2020 resmi dimulai. Namun, persiapan Arema FC sebagai peserta tampaknya masih belum maksimal. Terutama dari sisi pemahaman taktik permainan di antara para pemain. 

Pelatih kepala Arema FC Mario Gomez bahkan menyebut bahwa angka pemahaman taktik itu masih di kisaran 40-50 persen alias masih relatif rendah. Selain terus memperbaiki kondisi fisik, tim pelatih Arema FC akan melihat sejauh mana pemainnya memahami cara bermain bola yang akan digunakan untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2020. 

Hal itu akan dilakukan pada turnamen pra musim bertajuk Piala Gubernur Jatim grup B di Stadion Kanjuruhan mulai hari ini. Mario Gomez menyebut, dirinya tidak akan menyia-nyiakan turnamen pra musim Piala Gubernur Jatim 2020 untuk membuat timnya bermain jauh lebih baik. 

Apalagi, saat ini timnya diuntungkan dengan kesempatan bermain di Stadion Kanjuruhan. Artinya, akan banyak Aremania hadir memberi dukungan dan bisa menjadi kekuatan tambahan bagi pemain.

Dalam menjalani Piala Gubernur Jatim 2020, Mario Gomez akan mencoba seluruh pemainnya. Karena dari setiap laga tersebut, pelatih asal Argentina itu akan melihat permainan yang diperagakan pemain.

Sejauh ini, Gomez mengaku bahwa pemainnya sudah melakukan perbaikan setelah di tahan imbang Semeru FC pada laga uji coba di Stadion Kanjuruhan awal bulan Februari.

"Untuk pemahaman taktik sepak bola, saat ini pemain sudah melampaui 40 sampai 50 persen," ujar Mario Gomez. 

"Saya harap itu akan terus meningkat hingga 100 persen saat bermain di kompetisi Liga 1 2020," imbuhnya.

Gomez mengatakan, untuk membuat kondisi fisik sangat prima dan siap secara taktik dan strategi memang membutuhkan waktu. Karena saat ini Arema FC diperkuat 80 persen pemain baru.

Kondisi tersebut membuat Gomez harus mengubah kultur latihan. Termasuk menerapkan sistem disiplin tinggi agar pemainnya mempunyai visi dan misi sama saat berseragam Arema FC.

"Kenapa mereka butuh waktu lagi, karena proses adaptasi karena banyak pemain baru, teman baru, pelatih baru dan cara berfikir baru di satu tim. Semua harus menjadi satu bagian di tim ini," jelas Gomez.